Twitter

Jumat, 21 Desember 2012

Hi all
pa kabarnya hari ini? pasti
baek dunk..
emm
kali ini saya akan kasi trik
Jitu buat para Facebookers
yg sering nulis status tapi
jarang or ga ada yg like
(kaaciann dech aku :P)
ehehe.
langsung saja ini dia Trik
nya
cekidot
langkah pertama :
silakan teman2 login ke
account Facebook dulu,
setelah login, langsung saja
klik https://www.facebook.com/settings?tab=subscribers , dan otomatis
teman2 akan masuk di
pengaturan subscribe.
centang yang "Izinkan
Pelanggan" jika FB teman
berbahasa inggris, centang
yg "Allow Subscribe"
dan di Komentar
Pelanggan atau Subscriber
Comments di bikin Publik.
nah jika sudah selesai
langkah pertama, kita lanjut
Langkah Kedua :
jika sudah teman2 harus
klik http://m.facebook.com/privacy/
nanti akan masuk di Privacy
Setting FB teman2
pilih yang Public.
Ehh iya, Setelah selesai
pengaturan FB nya, teman2
harus Update status dulu
ya,
terserah mau status nulis
apa yang penting statusnya
harus di public ya..
Langkah Ketiga :
jika udah selesai update
statusnya,
langsung saja teman2 klik
http://www.facebook.com/connect/login_success.html#access_token=AAABempp6Ls0BAIqjUB9XEwu09Ccskpc2HX6h0JxOkspH3nSnIVhCW2RgVylrVkWZA7T4gsJsA4ZCavbJmmiMVAwUHJBmUEG2kNS8ZBssgZDZD&expires_in=5139608
teman2 akan masuk di
layar. Install,,jika sudah klik
otomatis teman2 akan
melihat tampilan Blank
Page atau Halaman Kosong
yang ada tulisan Success
copy URL di address bar
halaman yang ada tulisan
success.
Langkah Terakhir :
klik www.likelo.com
silahkan teman2 paste URL
yang tadi di copy di kotak. setelah di Paste Urlnya,
langsung saja Klik Submit
nanti akan akan keliatan
semua status yang ingin di
like
silakan teman2 pilih Status/
Feed/Photo, setelah itu klik
Submit dan liat hasilnya.
JRENG!!
otomatis teman2 akan
mendapat ratusan Like.
langkah pertama :
silakan teman2 login ke
account Facebook dulu,
setelah login, langsung saja
klik https://www.facebook.com/settings?tab=subscribers , dan otomatis
teman2 akan masuk di
pengaturan subscribe.

Senin, 10 Desember 2012

Membuat Hotspot Dengan HP

Cara Membuat
HotSpot Wifi

Dengan HP Nokia
Sekarang kita dapat
menggunakan hp nokia
kesayangan kita menjadi
hotspot atau layaknya
sebuah router wifi,
dengan teknologi 3G dan
wifi nya, kita dapat
memanfaatkannya
menjadi hotspot. untuk
ini sudah tersedia
aplikasi yang bernama
Joikuspot yang mana
akan otomatis membuat
hp kita menjadi hotspot
biar bisa digunakan oleh
laptop atau ipad ataupun
hape teman yang
mempunyai akses wifi
nya.
Joikuspot telah
dinobatkan sebagai
aplikasi terbaik oleh
nokia pada tahun 2010.
Versi Premium nya
seharga EUR 9.0, tapi
jangan khawatir,
tersedia juga versi
gratis nya, yang mana
cukup lah untuk
digunakan oleh
pengguna awam seperti
kita.
Adapun fitur
Joikuspot versi
gratisan:
Dengan Edisi gratisan
telepon Anda berubah
menjadi HotSpot WiFi
terbuka dengan
dukungan protokol
internet dasar.
Dengan WiFi Tethering
UI baru sederhana
menghubungkan laptop
atau ipad anda ke
internet melalui hotspot
hape kita dengan hanya
sekali klik.
Versi ringannya adalah
100% Gratis tanpa ada
batasan waktu, dan
tidak ada keharusan
untuk membeli versi
berbayarnya.
Berikut adalah
daftar ponsel yang
didukung oleh
JoikuSpot:
N8, E7, C6-01, C7,
E51, E52, E55, E60,
E61, E61i, E63,
E65, E66, E71, E72,
E73, E75, E90, N78,
N79, N80, N81, N81
8GB, N82, N85,
N86, N91, N93,
N93i, N95, N95
8GB, N95 Americas,
N95 8GB Americas,
N96, N97, N97 Mini,
5530 XpressMusic,
5630 XpressMusic,
5730 XpressMusic,
5800 XpressMusic,
C5-03, C6, E5, X5,
X6, 6710
Navigator, 8800
Erdos, E6, X7
Anda dapat men-
download JoikuSpot
langsung dari toko Ovi
atau dari situs resmi
menggunakan link yang
diberikan di bawah ini...

http://dc208.2shared.com/download/Z16CMpF5/JoikuSpot_2012_Edition_v400.sis?tsid=20121211-044622-81616796
Hmmm... Apakah Anda mulai
bosan dengan foto profil
Facebook Anda? Ngiri
rasanya ngliat foto orang
laen pada bagus,
sedangkan kita masih tetep
aja pake foto profil yang
ntu-ntuuu aja... beuh,
kyknya ketinggalan zaman
dech Bro.. Pangen diganti..?
Yuk yg belum tahu caranya,
kita belajar sama2 aja
kalee yaaa...
1. Buka dulu Facebook Anda.
2. Masuk ke Profil
facebook Anda.
3. Sorot atau arahkan kursor
mouse anda ke pojok
kanan atas foto profil anda.
Nanti akan keluar opsi
Ganti Gambar.

4. Klik opsi Ganti Gambar,
nanti akan muncul beberapa
opsi lain seperti :
Unggah
Gambar, Ambil Foto,
Pilih Dari Album,
Sunting Miniatur,
dan
Hapus Gambar Anda.

Akan saya jelaskan fungsi
semua opsi tersebut :
Unggah Gambar :
Digunakan jika anda
pengen mengganti foto
profil secara langsung
dengan menyiapkan foto
terlebih dahulu di PC anda.
Ambil Foto : Digunakan
jika anda pengen mengganti
foto profil secara langsung
menggunakan kamera di PC
anda.
Pilih Dari Album :
Digunakan jika anda telah
membuat album foto
sebelumnya.
Sunting Miniatur :
Digunakan untuk mengatur
foto anda dalam bentuk
mini/kecil.
Hapus Gambar Anda :
Digunakan untuk
menghapus foto profil yang
sudah terpasang.
Nah, sekarang tinggal Anda
pilih saja salah satu opsi
diatas, selanjutnya
terserah Anda. Tinggal klik
OK/Simpan aja.. mudah
kan bro hehehhe

Minggu, 09 Desember 2012

Saudagar Jerami

Dahulu kala, ada seorang pemuda miskin yang bernama Taro. Ia bekerja untuk ladang orang lain dan tinggal dilumbung rumah majikannya. Suatu hari, Taro pergi ke kuil untuk berdoa. "Wahai, Dewa Rahmat! Aku telah bekerja dengan sungguh-sungguh, tapi kehidupanku tidak berkercukupan". "Tolonglah aku agar hidup senang". Sejak saat itu setiap selesai bekerja, Taro pergi ke kuil. Suatu malam, sesuatu yang aneh membangunkan Taro. Di sekitarnya menjadi bercahaya, lalu muncul suara. "Taro, dengar baik-baik. Peliharalah baik-baik benda yang pertama kali kau dapatkan esok hari. Itu akan membuatmu bahagia."

Keesokan harinya ketika keluar dari pintu gerbang kuil, Taro jatuh terjerembab. Ketika sadar ia sedang menggenggam sebatang jerami. "Oh, jadi yang dimaksud Dewa adalah jerami, ya? Apa jerami ini akan mendatangkan kebahagiaan…?", pikir Taro. Walaupun agak kecewa dengan benda yang didapatkannya Taro lalu berjalan sambil membawa jerami. Di tengah jalan ia menangkap dan mengikatkan seekor lalat besar yang terbang dengan ributnya mengelilingi Taro di jeraminya. Lalat tersebut terbang berputar-putar pada jerami yang sudah diikatkan pada sebatang ranting. "Wah menarik ya", ujar Taro. Saat itu lewat kereta yang diikuti para pengawal. Di dalam kereta itu, seorang anak sedang duduk sambil memperhatikan lalat Taro. "Aku ingin mainan itu." Seorang pengawal datang menghampiri Taro dan meminta mainan itu. "Silakan ambil", ujar Taro. Ibu anak tersebut memberikan tiga buah jeruk sebagai rasa terima kasihnya kepada Taro.

"Wah, sebatang jerami bisa menjadi tiga buah jeruk", ujar Taro dalam hati. Ketika meneruskan perjalanannya, terlihat seorang wanita yang sedang beristirahat dan sangat kehausan. "Maaf, adakah tempat di dekat sini mata air ?", tanya wanita tadi. "Ada dikuil, tetapi jaraknya masih jauh dari sini, kalau anda haus, ini kuberikan jerukku", kata Taro sambil memberikan jeruknya kepada wanita itu. "Terima kasih, berkat engkau, aku menjadi sehat dan segar kembali". Terimalah kain tenun ini sebagai rasa terima kasih kami, ujar suami wanita itu. Dengan perasaan gembira, Taro berjalan sambil membawa kain itu. Tak lama kemudian, lewat seorang samurai dengan kudanya. Ketika dekat Taro, kuda samurai itu terjatuh dan tidak mampu bergerak lagi. "Aduh, padahal kita sedang terburu-buru." Para pengawal berembuk, apa yang harus dilakukan terhadap kuda itu. Melihat keadaan itu, Taro menawarkan diri untuk mengurus kuda itu. Sebagai gantinya Taro memberikan segulung kain tenun yang ia dapatkan kepada para pengawal samurai itu. Taro mengambil air dari sungai dan segera meminumkannya kepada kuda itu. Kemudian dengan sangat gembira, Taro membawa kuda yang sudah sehat itu sambil membawa 2 gulung kain yang tersisa.

Ketika hari menjelang malam, Taro pergi ke rumah seorang petani untuk meminta makanan ternak untuk kuda, dan sebagai gantinya ia memberikan segulung kain yang dimilikinya. Petani itu memandangi kain tenun yang indah itu, dan merasa amat senang. Sebagai ucapan terima kasih petani itu menjamu Taro makan malam dan mempersilakannya menginap di rumahnya. Esok harinya, Taro mohon diri kepada petani itu dan melanjutkan perjalanan dengan menunggang kudanya.

Tiba-tiba di depan sebuah rumah besar, orang-orang tampak sangat sibuk memindahkan barang-barang. "Kalau ada kuda tentu sangat bermanfaat," pikir Taro. Kemudian taro masuk ke halaman rumah dan bertanya apakah mereka membutuhkan kuda. Sang pemilik rumah berkata,"Wah kuda yang bagus. Aku menginginkannya, tetapi aku saat ini tidak mempunyai uang. Bagaimanan kalau ku ganti dengan sawahku ?". "Baik, uang kalau dipakai segera habis, tetapi sawah bila digarap akan menghasilkan beras, Silakan kalau mau ditukar", kata Taro.

"Bijaksana sekali kau anak muda. Bagaimana jika selama aku pergi ke negeri yang jauh, kau tinggal disini untuk menjaganya ?", Tanya si pemilik rumah. "Baik, Terima kasih Tuan". Sejak saat itu taro menjaga rumah itu sambil bekerja membersihkan rerumputan dan menggarap sawah yang didapatkannya. Ketika musim gugur tiba, Taro memanen padinya yang sangat banyak.

Semakin lama Taro semakin kaya. Karena kekayaannya berawal dari sebatang jerami, ia diberi julukan "Saudagar Jerami". Para tetangganya yang kaya datang kepada Taro dan meminta agar putri mereka dijadikan istri oleh Taro. Tetapi akhirnya, Taro menikah dengan seorang gadis dari desa tempat ia dilahirkan. Istrinya bekerja dengan rajin membantu Taro. Merekapun dikaruniai seorang anak yang lucu. Waktu terus berjalan, tetapi Si pemilik rumah tidak pernah kembali lagi. Dengan demikian, Taro hidup bahagia bersama keluarganya.

Bawang Merah Bawang Putih

Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya.
Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang merah, supaya Bawang putih tidak kesepian lagi.
Dengan pertimbangan dari bawang putih, maka ayah Bawang putih menikah dengan ibu bawang merah. Awalnya ibu bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada bawang putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya, karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya.
Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri.
Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang putih tidak menyadari bahwa salah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya.
“Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?”
Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Matahari sudah mulai meninggi, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang.” “Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya,” kata paman itu.
“Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri. Hari sudah mulai gelap, Bawang putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang putih. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya.
“Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu.
“Siapa kamu nak?” tanya nenek itu.
“Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih.
“Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek.
“Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih.
“Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek.Bawang putih berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang putih pun merasa iba. “Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang putih dengan tersenyum.
Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang putih.
“Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek.
Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah.
Sesampainya di rumah, Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya.
Mendengar cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang putih, bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang putih yang rajin, selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi.
Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi orang yang serakah.